简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Dolar Tembus Rp18.083, BI Kerahkan Triple Intervention
Ikhtisar:Nilai tukar rupiah menembus Rp18.083 per dolar AS pada 29 Juli 2026. Bank Indonesia merespons dengan triple intervention di pasar valas, optimalisasi SRBI, dan penguatan insentif likuiditas makroprudensial di tengah sentimen pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Nilai tukar rupiah kembali menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Bank Indonesia (BI) merespons dengan mengerahkan serangkaian instrumen stabilisasi, termasuk intervensi tiga jalur di pasar valuta asing.
Mengacu data Bloomberg pada Rabu (29/7/2026), dolar AS berada di level Rp18.083 atau menguat 74 poin (0,41%) terhadap rupiah, melanjutkan tren negatif sejak awal pekan.
Kronologi Pelemahan
Tekanan terhadap rupiah mulai terlihat pada penutupan Senin (27/7), saat rupiah ditutup turun 0,36% di level Rp18.000 per dolar AS.
Keesokan harinya, rupiah dibuka di posisi Rp18.060, terdepresiasi 0,33% berdasarkan data Refinitiv, dan merosot ke Rp18.087 pada sesi pagi, melemah 78 poin atau 0,43%.
Pelemahan rupiah sejalan dengan kawasan Asia: yuan China melemah 0,03%, peso Filipina turun 0,09%, dolar Singapura terkoreksi 0,09%, yen Jepang melemah 0,02%, won Korea Selatan terdepresiasi 0,27%, dan ringgit Malaysia turun 0,01%.
Guncangan di Bank Indonesia
Sentimen negatif terhadap rupiah tidak lepas dari pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo pada Sabtu (25/7/2026) karena alasan pribadi.
Dewan Gubernur BI menetapkan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pejabat Gubernur sementara dalam rapat Minggu (26/7).
Ekonom Bank Mandiri Faisal Rahman menilai pengunduran diri tersebut memunculkan ketidakpastian transisi kepemimpinan serta kekhawatiran mengenai independensi bank sentral, yang berpotensi meningkatkan premi risiko di pasar.
Analis DOO Financial Futures Lukman Leong menyatakan sentimen negatif investor masih membebani rupiah dan memperkirakan pergerakan di rentang Rp17.950 hingga Rp18.100 pada Selasa (28/7).
Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Dari sisi eksternal, ekspektasi kenaikan suku bunga AS turut menekan rupiah. Peluang kenaikan 25 basis poin pada pertemuan FOMC 29 Juli 2026 mencapai 36,3% berdasarkan CME FedWatch Tool, naik dari 16% sepekan sebelumnya.
Untuk September 2026, pasar memperhitungkan peluang kenaikan mencapai 81%. Indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB Selasa (28/7) terpantau di posisi 101,483.
Jurus BI: Triple Intervention dan SRBI
Direktur Eksekutif Senior Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea, dalam keterangan tertulis Rabu (29/7), menyatakan BI meningkatkan optimalisasi bauran kebijakan moneter, tidak hanya mengandalkan suku bunga tetapi juga mempertajam instrumen lain.
Instrumen utama mencakup triple intervention di pasar valas melalui transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (NDF), dan DNDF.
BI juga mengoptimalkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang didukung fasilitas insentif swap dan lindung nilai DNDF. Penerbitan SRBI diarahkan agar selaras dengan pengelolaan likuiditas dan mendukung masuknya aliran modal asing.
BI juga memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong pembiayaan ke sektor prioritas, membangun stabilitas lewat pengelolaan likuiditas dan daya tarik aliran modal asing.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
WikiFX Broker
IC Markets Global
Tickmill
XM
pepperstone
EBC FINANCIAL GROUP
GTCFX
IC Markets Global
Tickmill
XM
pepperstone
EBC FINANCIAL GROUP
GTCFX










