简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Saham Tiongkok Rebound • Minyak Naik • Emas Tembus US$4.000
Ikhtisar:Ikhtisar PasarPada hari Selasa, perhatian pasar tertuju pada beberapa perkembangan utama.Pertama, didorong oleh dukungan kebijakan, pasar saham Tiongkok dan Hong Kong sama-sama mencatat penguatan. Ind
Ikhtisar Pasar
Pada hari Selasa, perhatian pasar tertuju pada beberapa perkembangan utama.
Pertama, didorong oleh dukungan kebijakan, pasar saham Tiongkok dan Hong Kong sama-sama mencatat penguatan. Indeks Shanghai Composite ditutup naik 0,85% ke 3.796,28, sementara SSE 50 melonjak lebih dari 3%. Saham sektor batu bara, listrik, minuman keras (baijiu), dan energi memimpin kenaikan. Di Hong Kong, Hang Seng Index dan Hang Seng Tech Index masing-masing menguat lebih dari 2%. Sementara itu, Loan Prime Rate (LPR) bulan Juli dipertahankan tidak berubah selama 14 bulan berturut-turut, dan Komisi Regulasi Sekuritas Tiongkok menggelar forum investor guna menjaga stabilitas pasar.
Kedua, konflik antara Amerika Serikat dan Iran memasuki hari ke-10. Kelompok Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi, mendorong harga minyak dunia terus menguat. Brent Crude naik 1,27% menjadi US$89,22 per barel, tertinggi dalam satu bulan, sedangkan WTI naik 0,90% ke US$83,23 per barel. Harga emas spot sempat turun di bawah US$4.000 per ons pada sesi perdagangan, namun akhirnya ditutup di US$4.010,3, melemah tipis.
Ketiga, tiga indeks utama Wall Street mencatat penurunan untuk hari ketiga berturut-turut. S&P 500 turun 0,19%, sementara Dow Jones menyentuh level terendah dalam sedikitnya tiga minggu. Di sisi lain, indeks saham semikonduktor berhasil mengakhiri tren pelemahan tiga hari. Selain itu, Foxconn dikabarkan memenangkan kontrak server AI senilai US$52 miliar dari SpaceX, yang menjadi katalis positif bagi sektor teknologi.
Sorotan Pasar● Musim Laporan Keuangan Resmi Dimulai
Musim laporan keuangan kuartalan di Wall Street resmi dimulai pekan ini, dengan Alphabet (Google) dan Tesla menjadi dua emiten teknologi besar pertama yang akan merilis kinerjanya. Di tengah tingginya belanja modal untuk AI, investor akan mencermati prospek pertumbuhan bisnis cloud, pendapatan iklan, serta perkembangan pengiriman kendaraan listrik dan margin keuntungan. Hasil tersebut diperkirakan menjadi faktor penting dalam menentukan apakah saham teknologi mampu menghentikan tren koreksi dan kembali stabil.
● Kesenjangan Pasokan Chip AI dan Memori
Ketua SK memperkirakan permintaan chip AI akan meningkat dua kali lipat pada tahun depan, sementara permintaan memori diproyeksikan tumbuh lebih dari 50%. Namun, kapasitas produksi belum menunjukkan ekspansi yang signifikan. Jika proyeksi tersebut terealisasi, tekanan kenaikan harga memori berpotensi terus diteruskan ke sektor hilir. Oleh karena itu, kemampuan penetapan harga (pricing power) produsen serta strategi pengelolaan persediaan akan menjadi indikator penting yang perlu dipantau.
Fokus Investor Hari Ini
Konferensi pers Dewan Negara Tiongkok mengenai rencana pembangunan lima tahun ke-15.
Musim laporan keuangan Wall Street dimulai, dengan laporan Alphabet (Google) dan Tesla menjadi sorotan utama.
Rilis Indeks Sentimen Ekonomi ZEW Zona Euro untuk bulan Juli.
Perkembangan konflik AS-Iran serta blokade maritim Houthi, termasuk dampaknya terhadap jalur pelayaran Laut Merah, Selat Hormuz, dan harga minyak dunia.
Kebijakan stabilisasi pasar pasca forum investor Komisi Regulasi Sekuritas Tiongkok, serta keberlanjutan dukungan dana dari institusi investasi milik negara.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
