简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
اردو
Dolar AS Tergelincir di Tengah Sinyal Positif Kesepakatan Damai AS-Iran
Ikhtisar:Dolar AS mencatatkan pelemahan menyusul meredanya ketegangan geopolitik serta potensi tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Sementara itu, pelaku pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve akan mempertahankan tingkat suku bunga acuannya pada pertemuan kebijakan mendatang.

Dolar AS terpantau melemah menyusul anjloknya harga minyak mentah di tengah memudarnya ketegangan geopolitik secara global.
Penyesuaian nilai tukar ini sebagian besar didorong oleh pernyataan optimis dari perwakilan Amerika Serikat mengenai potensi kesepakatan dengan Iran yang dapat segera diselesaikan, disusul terbukanya prospek beroperasinya kembali jalur penting Selat Hormuz.
Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur laju greenback terhadap sekeranjang mata uang utama bergerak turun tipis 0,09 persen ke level 99,95. Pelemahan ini juga terlihat terhadap mata uang euro di kisaran 1,154 dan pounsterling yang menyentuh level 1,338.
Penguatan poundsterling secara khusus turut ditopang oleh rilis perbaikan data penjualan ritel Inggris pada Mei 2026 yang melonjak 3,70 persen secara tahunan, angka yang melampaui ekspektasi awal. Di sudut lain, dolar AS melemah 0,13 persen terhadap yen Jepang di level 160,383, kendati masih menguat tipis terhadap pergerakan dolar Kanada.
Secara umum, sentimen pasar saat ini telah menjadi lebih tenang. Berkurangnya kekhawatiran tentang rentetan konflik di Timur Tengah telah memicu Israel dan Iran pada akhirnya bersepakat untuk menghentikan serangan.
Upaya pemulihan iklim damai ini lantas membawa angin segar bagi stabilitas harga, meskipun membuat minat investor terhadap instrumen aset aman (safe haven) seperti dolar AS menjadi sedikit berkurang.
Sementara itu dari dalam negeri Amerika Serikat, rilis berbagai data ekonomi memberikan isyarat pasar yang stabil. Angka perumahan menunjukkan peningkatan penjualan rumah tapak sebesar 3,20 persen, diiringi oleh perbaikan besaran defisit neraca perdagangan menjadi $55,90 miliar sepanjang bulan April lalu.
Menjelang rapat Federal Reserve pertengahan Juni di bawah pimpinan Ketua Fed baru, Kevin Warsh, pelaku pasar memperkirakan peluang lebih dari 98 persen bahwa bank sentral akan menahan laju suku bunga acuan di kisaran 3,50 hingga 3,75 persen hingga penghujung tahun 2026.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
