简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Lonjakan Harga Minyak & Tembaga Cetak Rekor! Kebuntuan AS-Iran Tak Hentikan Euforia Saham Chip
Ikhtisar:Tinjauan PasarKebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, ditambah pernyataan Donald Trump bahwa kesepakatan gencatan senjata berada di ujung tanduk, sempat membatasi kenaikan pasar saham AS
Tinjauan Pasar
Kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, ditambah pernyataan Donald Trump bahwa kesepakatan gencatan senjata berada di ujung tanduk, sempat membatasi kenaikan pasar saham AS secara keseluruhan. Namun, kuatnya sektor semikonduktor kembali menjadi penopang utama Wall Street. Tiga indeks utama AS mencatat kenaikan dua hari beruntun, sementara S&P 500, Nasdaq, dan indeks chip kembali mencetak rekor tertinggi baru.
Dari sisi makro, pidato “penyelamatan pasar” Perdana Menteri Inggris gagal meredakan kekhawatiran investor. Ketidakpastian geopolitik yang belum menemukan titik terang turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS dan Inggris. Arus dana global kini bergerak agresif mencari kepastian di sektor teknologi tinggi dan komoditas utama.
Performa Aset■ Semikonduktor & Saham Teknologi
Indeks semikonduktor melonjak 2,6% dan kembali mencetak rekor tertinggi baru. Qualcomm melesat lebih dari 8%, sementara Micron Technology naik 6,5%. NVIDIA memperpanjang reli empat hari berturut-turut dan ditutup di level tertinggi sepanjang masa.
Sektor komunikasi optik juga mengalami reli besar-besaran. Lumentum Holdings melonjak 16,5% menjelang masuk ke indeks Nasdaq 100, sedangkan Coherent naik lebih dari 13% di tengah rumor kunjungan CEO ke Tiongkok.
Selain itu, saham stablecoin pertama di pasar publik, Circle Internet Group, melonjak hampir 16% setelah laporan kinerja keuangan yang kuat.
■ Energi & Komoditas
Kebuntuan negosiasi geopolitik langsung memicu reli tajam di pasar minyak. Harga minyak WTI dan Brent masing-masing sempat melonjak lebih dari 5% dan hampir 5% intraday.
Di sisi lain, penundaan produksi kembali tambang tembaga besar di Indonesia memicu kekhawatiran pasokan global. Harga tembaga London dan New York sama-sama melonjak hampir 3% dan mencetak rekor tertinggi baru.
Logam mulia mengalami pergerakan “deep V”. Harga emas sempat turun lebih dari 1% sebelum berbalik naik, sementara perak berjangka yang sempat jatuh hampir 2% justru melonjak lebih dari 7% dalam sesi yang sama.
■ Obligasi & Valuta Asing
Ekspektasi inflasi yang meningkat menekan harga obligasi AS dan mendorong imbal hasil kembali naik. Indeks dolar AS berbalik menguat setelah sebelumnya menyentuh level terendah lebih dari dua bulan.
Sementara itu, yuan offshore menunjukkan ketahanan yang sangat kuat dengan kenaikan lebih dari 100 poin intraday dan untuk pertama kalinya dalam tiga tahun berhasil menembus level 6,79 terhadap dolar AS.
■ Kripto
Bitcoin bergerak sangat volatil. Setelah sempat turun lebih dari 2%, Bitcoin dengan cepat rebound dan kembali menembus level USD 82.000, mencerminkan pertarungan sengit antara posisi bullish dan bearish.
Sorotan Pasar● Indeks Shanghai Tembus 4.200 Poin, Cetak Rekor Tertinggi Hampir 11 Tahun
Mayoritas saham di pasar Tiongkok ditutup menguat, dengan lebih dari 3.000 saham di bursa Shanghai, Shenzhen, dan Beijing berada di zona hijau. Nilai transaksi pasar hari ini mencapai RMB 3,57 triliun.
Volume transaksi gabungan Shanghai dan Shenzhen mencapai RMB 3,54 triliun, menjadi level tertinggi keempat tahun ini dan meningkat RMB 490,3 miliar dibanding hari sebelumnya. Ini juga menjadi hari keempat berturut-turut nilai transaksi melampaui RMB 3 triliun.
Sektor semikonduktor dan rantai industri komputasi AI kembali memimpin reli, terutama saham memori, GPU, dan CPO. Saham bertema rare earth, obat inovatif, energi surya, dan aerospace komersial juga bergerak aktif. Sebaliknya, sektor pelayaran, emas, dan lithium mengalami pelemahan.
● Obligasi Inggris Dilepas Investor
Gejolak politik Inggris memicu tekanan besar di pasar obligasi. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyampaikan pidato penting untuk mempertahankan posisinya. Meski menegaskan tidak akan mundur dan menawarkan kebijakan pro-Uni Eropa serta nasionalisasi industri baja, pasar tetap merespons dingin.
Meningkatnya tekanan politik internal dan ketidakjelasan arah kebijakan fiskal membuat imbal hasil obligasi Inggris tenor 30 tahun naik 9 basis poin ke 5,67%, lebih buruk dibanding obligasi negara Eropa lainnya.
Fokus Data Penting
20:15 (GMT+8)
🇺🇸 Perubahan Mingguan Data Ketenagakerjaan ADP AS hingga 25 April
20:30 (GMT+8)
🇺🇸 CPI Tahunan AS April (Non-Seasonally Adjusted)
🇺🇸 CPI Bulanan AS April (Seasonally Adjusted)
🇺🇸 Core CPI Bulanan AS April
🇺🇸 Core CPI Tahunan AS April (Non-Seasonally Adjusted)
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.

