Ikhtisar:Harga minyak mentah WTI yang menembus USD 110 per barel memicu kenaikan imbal hasil Treasury AS ke 4,41%, sekaligus mengerek probabilitas The Fed untuk menahan suku bunga menjadi 93,8%.

Laju inflasi komoditas energi berisiko menghambat langkah pelonggaran moneter Amerika Serikat, menyusul lonjakan harga minyak mentah jenis WTI yang menembus level USD 110 per barel. Tekanan harga energi ini mendorong imbal hasil US Treasury bertenor 10 tahun naik signifikan ke level 4,41% dan memberangus harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Fed dalam waktu dekat.
Data Snapshot
- Harga WTI: USD 110
- Yield US Treasury 10Y: 4,41%
- Probabilitas Fed Rate Hold: 93,8%
- Target Mendingin Minyak: < USD 85
Disrupsi Jalur Kebijakan dan Prospek Dolar AS
Bertahannya harga minyak mentah di ekuilibrium baru menciptakan komplikasi struktural bagi FOMC. Kebijakan suku bunga yang berpotensi higher for longer terus memberikan momentum positif bagi DXY dengan menarik likuiditas dari pasar global.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.