简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Pasar yang Diliputi Kegelisahan Emosional
Ikhtisar:Pasar aset kripto kembali menjadi pusat tekanan kemarin, seiring memburuknya sentimen pasar modal secara keseluruhan. Harga logam mulia seperti emas dan perak kembali mengalami koreksi tajam, memicu p
Pasar aset kripto kembali menjadi pusat tekanan kemarin, seiring memburuknya sentimen pasar modal secara keseluruhan. Harga logam mulia seperti emas dan perak kembali mengalami koreksi tajam, memicu perhatian luas di pasar, sementara pasar saham turut terseret melemah. Saat ini, pasar modal global berada dalam fase deleveraging, di mana investor cenderung menurunkan eksposur risiko ke tingkat yang lebih terkendali.
Dalam siaran langsung kemarin, kami menekankan bahwa siklus ekonomi telah memasuki fase ekspansi puncak (boom phase). Pada tahap ini, karakter utama pasar modal adalah volatilitas ekstrem, baik kenaikan maupun penurunan yang tajam. Oleh karena itu, peningkatan volatilitas seharusnya dipandang sebagai fenomena yang wajar dalam siklus ekonomi. Sepanjang satu tahun terakhir, emas dan perak masing-masing mencatat kenaikan lebih dari 90% dan 290%. Koreksi saat ini lebih mencerminkan penyesuaian setelah reli yang terlalu agresif. Ketika momentum kenaikan sebelumnya didorong terutama oleh faktor emosional, maka pergerakan turun yang cepat juga merupakan hasil yang dapat diperkirakan.
Minggu ini, sentimen investor global bergeser dari greed menuju fear. Seperti pandangan kami sebelumnya, ketika Fear & Greed Index turun ke bawah level 40, pasar saham umumnya mulai menghadirkan peluang koreksi menengah yang patut dicermati.
S&P 500 turun dari puncak 6.978,60 ke 6.798,40 (-2,58%)
Nasdaq turun dari puncak 23.461,82 ke 22.540,59 (-3,93%)
Dow Jones Industrial Average turun dari puncak 49.590,20 ke 48.908,72 (-1,37%)
Meskipun koreksi indeks utama masih berada di bawah 5% dan belum memasuki wilayah technical correction (-10%), volatilitas pada saham teknologi berbobot besar seperti Nvidia dan Alphabet meningkat secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan analisis terbaru laporan keuangan kuartal IV 2025 (Q4 2025) yang dirilis oleh analis senior FactSet, John Butters, indeks S&P 500 menunjukkan kondisi di mana ketahanan profitabilitas yang tinggi berjalan berdampingan dengan valuasi yang relatif mahal.
Prospek Optimistis 2026
Para analis saat ini tetap mempertahankan pandangan positif terhadap margin laba di setiap kuartal tahun 2026. Margin laba tahunan diperkirakan akan bertahan di kisaran 13,2% hingga 14,2%.
Argumen utama di balik kenaikan pasar saham adalah bahwa pertumbuhan tinggi layak mendapatkan valuasi PE yang tinggi. Selama mesin pertumbuhan tetap berjalan, mencoba menilai pembalikan tren hanya berdasarkan valuasi semata merupakan pendekatan yang kurang tepat. Meskipun pasar secara umum menyadari bahwa valuasi saham AS saat ini tergolong tinggi, banyak investor mengabaikan fakta bahwa pertumbuhan yang kuat secara struktural memang mendukung level PE tersebut. Dalam fase puncak siklus ekonomi, jika valuasi dijadikan satu-satunya prasyarat untuk berinvestasi, maka peluang untuk berpartisipasi dalam reli pasar ke depan akan menjadi semakin terbatas.
Analisis Teknikal Emas
Melanjutkan fokus analisis kami sebelumnya, kami menggunakan Bollinger Bands untuk mengevaluasi tren harga emas. Saat ini, arah pembukaan Bollinger Bands telah mengonfirmasi tren menurun, sehingga pergerakan harga saat ini sebaiknya dipandang sebagai kelanjutan tren turun setelah fase rebound berakhir.
Struktur penurunan menunjukkan pola yang relatif teratur: setiap rebound yang menyentuh garis tengah Bollinger Bands cenderung tertahan dan kembali melemah. Pola lower high dan lower low terus terbentuk, dengan area support penting di sekitar 4.550, yang merupakan titik terendah sebelumnya.
Indikator MACD juga bergerak sesuai dengan skenario yang telah kami rencanakan kemarin, di mana histogram terus melebar ke wilayah negatif, mendukung dominasi tekanan jual. Pada sesi Asia hari ini, harga sempat menyentuh level 4.663 sebelum berbalik naik. Investor disarankan untuk mencermati tekanan di garis tengah Bollinger Bands. Apabila harga berhasil menembus level tersebut, strategi wait and see tanpa posisi menjadi lebih bijak.
Dengan struktur pasar saat ini, emas lebih cocok untuk strategi intraday trading, sementara posisi menginap (overnight positions) sebaiknya dihindari.
Level Teknis:
Support: 4.550
Resistance a: 4.794
Resistance b: 4.942
Peringatan Risiko
Pandangan, analisis, riset, harga, atau informasi lain di atas disajikan semata-mata sebagai komentar pasar umum dan tidak mencerminkan sikap resmi platform ini. Setiap pembaca bertanggung jawab penuh atas risiko masing-masing. Harap melakukan transaksi dengan pertimbangan yang matang.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
