简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Data Nonfarm Perkuat Ekspektasi The Fed Tahan Suku Bunga Januari, S&P 500 Cetak Rekor Baru
Ikhtisar:Tinjauan PasarPada Jumat lalu, pasar saham AS melanjutkan penguatan meskipun data ketenagakerjaan nonfarm menunjukkan hasil yang beragam. Indeks SP 500 kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejar
Tinjauan Pasar
Pada Jumat lalu, pasar saham AS melanjutkan penguatan meskipun data ketenagakerjaan nonfarm menunjukkan hasil yang beragam. Indeks S&P 500 kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Pasar semakin memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Januari, mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 2 tahun.
Di sisi korporasi, saham Intel melonjak sekitar 10% setelah CEO Intel bertemu dengan Presiden Donald Trump, sementara Oracle naik hampir 5%. Namun, karena Mahkamah Agung AS belum memberikan keputusan terkait kasus tarif Trump, saham-saham yang sensitif terhadap isu kebijakan mengalami volatilitas intraday yang lebih tinggi.
Di pasar valuta asing, dolar AS mencatat kenaikan selama empat hari berturut-turut, sementara yen Jepang anjlok ke level 158 akibat spekulasi kemungkinan pemilu lebih awal di Jepang. Pasar kripto mengalami aksi ambil untung, dengan Bitcoin sempat turun di bawah USD 90.000.
Komoditas menunjukkan kinerja yang kuat. Harga emas spot naik lebih dari 4% sepanjang pekan dan kembali menembus level USD 4.500, sementara perak melonjak sekitar 10% dengan performa yang sangat menonjol. Harga minyak mentah ditutup menguat secara volatil, didorong oleh ketegangan geopolitik Iran serta pernyataan keras Trump. Pada pembukaan sesi Asia Senin pagi, emas dan perak dibuka sedikit lebih tinggi dan melanjutkan tren kuat, sementara kontrak berjangka Nasdaq turun tipis 0,2% dan pergerakan minyak relatif stabil.
Sorotan Utama Pasar
● Dari “QE KPR” ke “Pembatasan Harga Kartu Kredit”
Gedung Putih dinilai tengah melewati Federal Reserve dengan menggunakan kewenangan administratif untuk secara langsung menekan tingkat suku bunga yang paling dirasakan oleh pemilih. Langkah-langkah ini tidak hanya merusak mekanisme penentuan harga di sistem keuangan, tetapi juga menandai pergeseran kekuasaan penetapan suku bunga dari pasar ke pertimbangan politik. Risiko sistemik akibat pergeseran ini dinilai jauh lebih patut diwaspadai dibandingkan sekadar kebijakan penurunan suku bunga.
● Trump Kembali Mengancam Iran
Pada tanggal 10, The New York Times mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa Presiden Donald Trump telah menerima laporan mengenai opsi serangan militer terhadap Iran. Meski belum mengambil keputusan akhir, Trump dikabarkan tengah serius mempertimbangkan pemberian otorisasi kepada militer AS untuk melakukan aksi militer, termasuk serangan terhadap target non-militer di Teheran. Sebelumnya pada hari yang sama, Trump juga kembali melontarkan ancaman intervensi terhadap situasi Iran melalui media sosial.
Agenda Data Penting (GMT+8)
17:30 WIB (EU)
Indeks Kepercayaan Investor Sentix Zona Euro – Januari
Dini Hari
02:00 WIB (US)
Lelang Obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun hingga 12 Januari – Tingkat imbal hasil pemenang
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
