简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Tekanan Koreksi Teknis Jangka Pendek, Target Jangka Panjang Menuju USD 5.000
Ikhtisar:Setelah sempat menembus level USD 4.500, harga emas mengalami koreksi dan intraday sempat turun mendekati area USD 4.400. Meski demikian, pergerakan keseluruhan tetap menunjukkan ketahanan yang kuat.
Setelah sempat menembus level USD 4.500, harga emas mengalami koreksi dan intraday sempat turun mendekati area USD 4.400. Meski demikian, pergerakan keseluruhan tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Koreksi ini bukan merupakan sinyal pembalikan tren, melainkan hasil dari kombinasi beberapa faktor teknis dan fundamental yang saling berinteraksi.
1. Tekanan Jangka Pendek: Rebalancing Indeks Komoditas
Pemicu utama volatilitas harga emas pekan ini berasal dari proses rebalancing tahunan Bloomberg Commodity Index (BCOM). Kenaikan signifikan harga emas dan perak sepanjang tahun lalu menyebabkan bobotnya dalam indeks melampaui target.
Dalam periode 8–15 Januari, dana indeks diperkirakan harus melepas sekitar 2,4 juta ons emas (sekitar USD 6,8 miliar) untuk menyesuaikan bobot portofolio. Arus keluar dana yang bersifat teknis ini menjadi faktor utama yang membatasi kenaikan harga emas dalam jangka pendek. Tekanan tersebut diperkirakan akan mereda menjelang pertengahan pekan depan.
2. Fokus Utama Pasar: “Kelumpuhan” Pasar Tenaga Kerja
Perhatian pasar saat ini tertuju pada rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) malam ini. Meski klaim awal pengangguran AS masih berada di level rendah, terdapat sinyal yang perlu diwaspadai: klaim berkelanjutan meningkat ke 1,914 juta, tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Grafik: Klaim Awal Pengangguran AS

Sumber: Bloomberg
Data ini mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja AS yang stagnan, di mana gelombang PHK belum agresif, namun proses perekrutan menjadi semakin sulit.
Apabila data NFP melemah sesuai ekspektasi, atau bahkan di bawah 60 ribu, keyakinan pasar terhadap kemungkinan dua kali atau lebih penurunan suku bunga The Fed tahun ini akan meningkat, yang secara langsung menjadi katalis positif bagi emas.
3. Dukungan Jangka Panjang: Risiko Geopolitik dan “Debt Premium”
Eskalasi situasi geopolitik global, termasuk ketegangan di Venezuela, penahanan kapal tanker, serta potensi friksi geopolitik antara Amerika Serikat dan Greenland, terus meningkatkan biaya lindung nilai (safe haven premium) di pasar global.
HSBC dalam laporan terbarunya menyatakan bahwa kombinasi ketegangan geopolitik dan beban utang fiskal global yang semakin tidak terkendali berpotensi mendorong harga emas menembus USD 5.000 pada paruh pertama 2026.
Emas kini bertransformasi dari aset spekulatif menjadi aset alokasi struktural, terutama didukung oleh pembelian berkelanjutan bank sentral di tengah tren dedolarisasi global, yang memberikan bantalan keamanan kuat bagi harga emas.
4. Kesimpulan dan Strategi
Koreksi saat ini lebih menyerupai penyesuaian teknis dalam tren bull market. Bagi investor jangka panjang, tekanan akibat rebalancing indeks justru membuka peluang akumulasi di level yang lebih menarik.
“Pergerakan emas di sekitar area USD 4.450 saat ini terutama dipengaruhi oleh aksi jual teknis dari rebalancing dana indeks tahunan. Tekanan ini diperkirakan akan mereda pekan depan. Data NFP malam ini menjadi kunci jangka pendek; jika pertumbuhan tenaga kerja terus melambat, emas berpeluang kembali menguji USD 4.500. Dalam jangka panjang, institusi besar seperti HSBC tetap mempertahankan target USD 5.000, dengan risiko geopolitik dan prospek pelonggaran moneter The Fed masih menjadi pendorong utama. Kami akan terus memantau data malam ini dan memberikan pembaruan jika terjadi perubahan signifikan.”Analisis Teknikal Harga Emas
Harga emas saat ini bergerak naik menuju area USD 4.470, melanjutkan rebound yang dimulai dari zona demand (zona permintaan) berwarna biru. Struktur teknikal menunjukkan bahwa setelah mendapatkan dukungan kuat di level rendah 4.269,90, harga berhasil bertahan di atas garis tengah ascending channel, menandakan momentum bullish jangka pendek masih solid.
Area 4.470 kini semakin mendekati level psikologis 4.500, serta zona supply merah di sekitar 4.548,30, yang ditandai sebagai weak high.
Karena level 4.548,30 diklasifikasikan sebagai weak high, terdapat probabilitas tinggi harga akan menembus area tersebut untuk menyerap likuiditas posisi short yang tertahan. Hal ini memberikan dukungan teknikal yang kuat bagi posisi beli di 4.425.
Strategi Trading:
Disarankan tetap mempertahankan posisi beli (long) dengan bias bullish.
Stop loss dapat dinaikkan ke area 4.400 untuk mengamankan profit.
Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas 4.550, maka ruang kenaikan menuju 4.700 akan terbuka.
Pada level saat ini (4.470), tidak disarankan untuk mengejar harga. Pendekatan yang lebih konservatif adalah menunggu pullback ke area 4.430 atau batas bawah channel sebelum membuka posisi baru.
Selama harga tidak menembus 4.260 sebagai level pertahanan struktural, prospek bullish jangka menengah hingga panjang tetap terjaga.
Peringatan Risiko
Pandangan, analisis, riset, harga, maupun informasi lain di atas disampaikan semata sebagai komentar pasar dan tidak mencerminkan posisi resmi platform ini. Setiap pembaca bertanggung jawab penuh atas risiko yang timbul. Harap melakukan transaksi dengan penuh kehati-hatian.
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
