简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Data Ketenagakerjaan AS Membawa Kabar Positif
Ikhtisar:Data ADP Amerika Serikat untuk bulan Desember mencatat penambahan tenaga kerja sebesar 41 ribu orang, mengindikasikan adanya tanda-tanda pemulihan di pasar tenaga kerja. Laporan tersebut menunjukkan b
Data ADP Amerika Serikat untuk bulan Desember mencatat penambahan tenaga kerja sebesar 41 ribu orang, mengindikasikan adanya tanda-tanda pemulihan di pasar tenaga kerja. Laporan tersebut menunjukkan bahwa sektor pendidikan dan layanan kesehatan, serta rekreasi dan perhotelan, menjadi pendorong utama rebound ketenagakerjaan.
Namun demikian, Kepala Analis ADP, Dr. Nela Richardson, menyampaikan bahwa meskipun usaha kecil berhasil pulih dari gelombang PHK pada November dan kembali melakukan perekrutan secara aktif menjelang akhir tahun, perusahaan besar justru masih menunjukkan kecenderungan mengurangi jumlah tenaga kerja.

(Grafik 1: Data Ketenagakerjaan ADP AS Bulan Desember | Sumber: ADP Report)
Pada hari yang sama (8), selain rilis data ADP, turut diumumkan pula ISM Non-Manufacturing Index (NMI) bulan Desember. Perbandingan subindeks ketenagakerjaan antara sektor manufaktur dan jasa menunjukkan peningkatan di kedua sektor, dengan manufaktur naik dari 48,9 ke 52,0, serta sektor jasa meningkat dari 44,0 ke 44,9.
Kondisi ini mencerminkan pemulihan konsumsi akhir tahun secara musiman, yang untuk sementara mampu menahan tekanan dari pelemahan struktural di pasar tenaga kerja.
Seiring membaiknya sentimen data ekonomi, Indeks Dolar AS (DXY) mengalami rebound dan kembali menembus level 98, yang dalam jangka pendek memberikan tekanan terhadap harga logam mulia.

(Grafik 2: Kinerja Subindeks Ketenagakerjaan ISM | Sumber: ISM Report)Prospek Ekonomi dan Kebijakan Moneter
Rangkaian data ketenagakerjaan yang positif di awal tahun baru turut meningkatkan ekspektasi terhadap pemulihan konsumsi domestik sepanjang tahun ini. Dari sisi kebijakan moneter, pandangan pasar tetap konsisten bahwa The Federal Reserve akan mempertahankan jalur penurunan suku bunga secara bertahap, seiring dengan tren inflasi yang menunjukkan pertumbuhan moderat dan terkendali.
Hal ini sejalan dengan pandangan penulis sebelumnya, yang menilai bahwa ekonomi AS tengah berada dalam jalur pertumbuhan bergaya disinflasi.
Perbedaan Persepsi Inflasi: Investor vs Konsumen
Saat ini, terdapat perbedaan pandangan yang cukup jelas antara peneliti makroekonomi dan konsumen secara riil terkait kondisi inflasi.
Dari sudut pandang investor, fokus utama berada pada angka absolut, seperti tren penurunan CPI dan PCE. Selama jalur penurunan ini tetap terjaga, tekanan inflasi dinilai mereda. Selain itu, pertumbuhan upah yang relatif stabil juga dianggap membantu mengurangi beban konsumen di masa depan, sehingga risiko spiral kenaikan upah dan harga dapat dihindari.
Sebaliknya, dari perspektif konsumen, tekanan inflasi masih sangat terasa karena pertumbuhan upah belum mampu mengejar kenaikan harga, yang menyebabkan penurunan pendapatan disposabel secara nyata.
Perbedaan ini pada dasarnya mencerminkan dua kerangka waktu yang berbeda: investor membangun ekspektasi ke depan, sementara konsumen menilai kondisi berdasarkan pengalaman ekonomi saat ini.
Indikator Upah ADP Memberi Sinyal Positif
Mengacu pada Grafik 3 (Median Upah ADP), dalam kondisi pasar tenaga kerja yang membaik, upah median bagi pekerja yang berpindah pekerjaan kerap menjadi indikator awal. Saat ini, indikator tersebut menunjukkan titik balik dari 6,30% ke 6,60%, yang mendukung pandangan positif terhadap prospek hubungan antara upah dan harga ke depan.
Artinya, harga diperkirakan terus melandai, sementara upah tumbuh secara bertahap dan mendahului pergerakan inflasi.

(Grafik 3: Median Upah ADP | Sumber: M平方 / MacroMicro)Kesimpulan Kondisi Ketenagakerjaan AS
Secara keseluruhan, pasar tenaga kerja AS mulai menunjukkan tanda-tanda harapan. Perbaikan ini kemungkinan dipengaruhi oleh faktor musiman, namun tidak menutup kemungkinan bahwa dampak penurunan suku bunga The Fed telah mulai tersalurkan ke sektor ekonomi riil.
Analisis Teknikal Emas

Dalam pandangan sebelumnya, strategi perdagangan tetap netral (menunggu), dengan pendekatan utama adalah menunggu koreksi untuk peluang beli.
Namun, dengan rilis data ekonomi yang mendukung penguatan dolar AS, harga logam mulia kembali berada di bawah tekanan. Secara teknikal, meskipun struktur jangka pendek masih berada dalam tren bullish, investor perlu mewaspadai potensi peralihan tren dari bullish ke bearish.
Pergerakan harga saat ini belum menyentuh area support di USD 4.411 per ons, sehingga pergerakan intraday hari ini berpotensi menguji kembali area support tersebut. Level USD 4.411 per ons menjadi titik kunci yang perlu diperhatikan.
Indikator MACD dalam pola sideways menunjukkan histogram telah kembali berada di bawah garis nol, dan belum mengindikasikan momentum pembalikan naik. Untuk membuka posisi beli intraday, dua syarat harus terpenuhi secara bersamaan:
Harga melakukan pullback ke area USD 4.411 per ons
Histogram MACD kembali bergerak positif di atas garis nol
Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, peluang beli dianggap belum valid. Apabila harga menembus ke bawah USD 4.411 per ons, investor disarankan mulai mencari peluang posisi jual (short).
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.
