
Logo Robot trading DNA Pro dan Fahrenheit
Beredar foto-foto bos robot trading DNA Pro dan Fahrenheit yang mengenakan baju tahanan berwarna oranye.
Dalam foto terlihat ada CEO bos robot trading Fahrenheit Hendry Susanto alias Cun-cun.
Ada juga foto Director Creator robot trading DNA Pro Eliazar Daniel Piri alias Daniel Abe.
Foto terbaru Hendry Susanto yang terlihat mengenakan baju oranye beredar.
Dalam foto tersebut Hendry terlihat sedang berbicara dengan seorang wanita yang juga mengenakan baju oranye tahanan Bareskrim.
Ini merupakan kesekian kalinya foto Hendry Susanto beredar. Sebelumnya, pada 6 April 2022, foto Hendry Susanto yang telah ditangkap Bareskrim Polri juga beredar. Beredarnya foto tersebut mengkonfirmasi penangkapan Hendry Susanto.
Selain Hendry Susanto, di kalangan trader juga beredar juga foto bos DNA Pro Daniel Abe yang mengenakan baju oranye.
Dalam foto tersebut Daniel Abe sedang duduk berdua dengan seseorang di sebuah ruangan.
Daniel terlihat mengenakan baju tahanan dengan nomor urut 22.
Dalam foto tersebut, Daniel Abe terlihat sumringah menampilkan wajah ceria seperti yang kerap ditunjukkan saat menyampaikan DNA Update.

Foto Bos Fahrenheit Hendry Susanto mengenakan baju oranye tahanan Bareskrim Polri
Belum bisa dipastikan, apakah foto tersebut asli atau editan.
Pastinya, Daniel Abe sudah ditangkap oleh Bareskrim Polri. Informasi penangkapan Daniel Abe disampaikan oleh Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Brigjen Whisnu Hermawan, Selasa 26 April 2022 lalu.
Daniel Abe ditangkap saat berada di bandara Soekarno-Hatta setelah sebelumnya diketahui berada di Turki.
Untuk mengejar Daniel Abe, Polri bahkan sudah menerbitkan Red Notice meminta dukungan dari penegak hukum internasional.

Foto Bos DNA Pro Daniel Abe yang mengenakan baju oranye tahanan Bareskrim beredar
Selain Daniel Abe, Red Notice juga diterbitkan untuk dua bos DNA Pro lainnya yaitu Daniel Zii dan Ferawaty. Dua nama ini hingga kini belum tertangkap.
DNA Pro dan Fahrenheit merupakan robot trading yang sedang diusut oleh Bareskrim Polri setelah para membernya mengalami kesulitan menarik kembali dana investasinya (withdraw/WD).
Sebelumnya DNA Pro dan Fahrenheit sudah diblokir pemerintah karena dinilai melanggar Undang-undang Perdagangan Berjangka Komoditi dan SIUPL. Selain DNA Pro dan Fahrenheit, pemerintah juga memblokir Net89, ATG, dan entitas sejenis. ***